top of page
Gradient

articles

Temajuk, Surga di ujung Borneo

1238439571.jpg

Hidden Gem salah satu ini adalah yang terletak di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, kira-kira apa yang menyebabkan begitu pesat dan cepatnya pembangunan di wilayah perbatasan? Hal tersebut tak terlepas dari program Nawacita ke tiga pemerintahan presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan tentu saja Temajuk berpotensi untuk menjadi wisata dunia.  Untuk mencapai Desa Temajuk, perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kota Singkawang, membutuhkan waktu tempuh sekitar 6 jam, dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer. Perjalanan dimulai dari Kota Singkawang menuju ke arah Sambas, kemudian ambil jalur yang menuju Kartiasa dan lanjut menuju daerah Paloh. Kondisi pantai yang masih alami, dengan pantai pasang surut yang eksotis, pasir putih yang terhampar luas, gugusan bebatuan granit yang indah, dan bebatuan granit berpadu batuan karang yang eksotis terhampar hingga Tanjung Datuk yang menjadi perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Pemandangan khas pantai yang memanjakan setiap mata yang berkunjung ke sana.

Sumber: https://travel.kompas.com/read/2017/11/10/151100227/tujuan-wisata-kelas-dunia-di-perbatasan-itu-bernama-temajuk?page=all

randayan 3.JPG

Pantai Randayan, Kalimantan Barat



 

Pulau Randayan merupakan salah satu surga keindahan yang ada di Kalimantan Barat.  Pulau ini memiliki keindahan bahari yang sangat khas, air yang biru dan jernih dan pulau yang sangat tenang, sangat cocok sekali bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan dan jauh dari keramaian kota. Suasananya benar-benar sepi dan menyenangkan dengan pemandangannya yang eksotis. Keindahan pulau ini juga di lengkapi dengan berbagai pohon-pohon yang rindang dan hijau ditambah lagi dengan perpaduan pasirnya nan putih dan hamparan batu yang akan membuat wisatawan saat berada di sana semakin nyaman. Letak Pulau Randayan tidak jauh dari Kota Singkawang, tepatnya berada di Kabupaten Bengkayang, dan untuk menuju ke pulau Randayan wisatawan menuju Teluk Suak terlebih dahulu. Dari Kota Singkawang ke Teluk Suak hanya berjarak kira-kira 32 kilometer. Dari Teluk Suak, wisatawan dapat menyewa alat transportasi yang telah tersedia di sana, speed boat. Di Pulau ini, sering ditemukan penyu sisik dan penyu hijau. Masyarakat lokal menyebutnya dengan “sisik’” dan “penyo”.  Selain itu, ikan karang yang ada di sekitarnya didominasi oleh ikan konsumsi. Seperti kerapu, kerapu sunu, kerapu karang, kuweh, puka puteh, jenaha, kakap tanda-tanda, dan masih banyak lagi. Di Randayan juga ada ikan predator, seperti Chaetodon lunula dan Chaetodon trifascialis. Kelompok ikan karang yang berperan di dalam rantai makanan diantaranya adalah jenis Amphibrion ocellaris (Ikan Giru) dan A. Frenatus, Forcipige flavissimus( Kepe-Kepe hidung panjang), dan Malacanthus latovittatus. Biota lain yang sering dijumpai antara lain teripang, kima, udang karang atau lobster, serta bintang laut.
 

https://indonesiatraveler.id/randayan-island-keindahannya-penuh-sensasi/

Balada Pariwisata Bali Disebut Tak Banyak Manfaatnya ke Warga




 

3b2939d4-b8fd-4a7d-8120-3f2b085cf85d_169.png

Pemerintah telah memutuskan untuk membuka penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 1 Oktober 2021. Dinamika ini sekaligus membuka pariwisata Bali yang diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian di bali, di mana Bali hanya bergantung pada pariwisata. Dibukanya pariwisata Bali kepada wisatawan mancanegara merupakan pemulihan ekonomi Bali. Sebelum pembukaan penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 1 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo mengimbau semua pihak yang terlibat untuk mempersiapkan diri dengan baik. "Kita harus menyiapkan infrastruktur secara detail untuk wisatawan yang datang, tetapi Covid-19 masih terkendali," kata Presiden Jokowi dalam pengarahan di Forum Koordinasi Pimpinan Provinsi Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali . Dia mendesak semua orang yang terlibat untuk menunjukkan kesediaan mereka. "Kami menunjukkan bahwa kami mampu mengelola dan mengontrol dengan administrasi di lapangan," katanya.  Presiden Jokowi mengatakan selama pandemi Covid19, sektor pariwisata di Bali khususnya mengalami penurunan kunjungan wisman hingga 97 persen. Hal ini tentunya berimbas pada daerah yang sangat mengandalkan pariwisata, terutama daerah seperti Bali yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Wisatawan domestik turun 27 persen dan okupansi kamar hotel di bawah 20 persen,” kata Presiden Jokowi. Kegiatan ekonomi, meskipun tidak disertai dengan vaksin, telah menyebabkan peningkatan kasus dengan peningkatan angka kematian yang masih rendah. Vaksinasi sangat penting,” katanya.  Sementara itu, di Provinsi Bali, vaksinasi telah mencapai 98 persen untuk dosis pertama dan lebih dari 80 persen untuk dosis kedua. Pengujian dan pelacakan benar-benar dilakukan dengan maksimal. Terutama yang merah perlu diperbaiki. Infrastruktur kesehatan harus kita siapkan dan pada 1 Oktober sudah benar-benar operasional,” ujarnya.

bottom of page